Jika Manusia Hasil Evolusi, Kenapa Masih Ada Monyet?

Jika manusia hasil evolusi, kenapa masih ada monyet?

Jika manusia adalah hasil evolusi, kenapa masih ada monyet di kebun binatang/alam liar? Ini adalah pertanyaan yang sering terlontar oleh orang yang hampir menerima evolusi, namun salah dalam pemahaman dasar mengenai evolusi itu sendiri. Mungkinkah hal ini juga terjadi pada Anda? Jika iya, maka tepat sekali Anda membaca artikel ini.

1. Evolusi itu gradual atau Bercabang
Maksudnya, setiap organisme memiliki arah evolusi yang berbeda-beda. Arah evolusi mereka itu dipengaruhi oleh habitat, moyang, perilaku, morfologi dan predaktor. Hewan yang hidup di laut memiliki tuntunan seleksi yang berbeda dengan hewan yang hidup di darat.

2. Monyet Mampu survive tanpa secerdas manusia
Tujuan evolusi itu bukan untuk menjadi secerdas manusia, melainkan untuk beradaptasi (agar mampu survive) dan memiliki keturunan.

3. Monyet adalah Kerabat Manusia, bukan moyang Manusia
Pernahkah Anda membaca artikel tentang evolusi yang menyatakan bahwa manusia berevolusi dari monyet? Jika iya, maka saya jamin bahwa yang menulis artikel tersebut belum paham mengenai evolusi biologis. Monyet bukanlah moyang manusia, monyet dan manusia hanya berbagi nenek moyang bersama. Jadi, monyet itu kerabat manusia.
Baca juga: Hewan apa yang paling berkerabat dekat dengan manusia?

Kesimpulan
Monyet masih ada, karena mereka mampu survive dan berkembang biak.

Share this

Related Posts

First